Peluang Usaha Agen Konter Pulsa

Peluang Usaha Agen Konter Pulsa

Peluang Usaha Agen Konter Pulsa
Peluang Usaha Agen Konter Pulsa

Saat ini peluang usaha konter pulsa menjadi bagian dari bisnis idaman yang menguntungkan karena bisa di jalankan dimana saja dan kapan saja tanpa terikat dan dibatasi oleh waktu tempat dan usia.

Usaha ini sangat cocok untuk dijalani secara serius maupun usaha sampingan dikarena kan sangat mudah dan potensi pasar menggiurkan melihat pemakaian Hp di kalangan masyarakat meningkat,bisa kita liat sendiri dari mulai anak-anak hingga dewasa dari anak TK sampai orang dewasa.

Pemakaian hp/smartphone saat ini tidak dibatasi oleh umur,jabatan dan penghasilan ,melainkan semua bisa menikmati tanpa batas ,oleh karna itu bisnis pulsa merupakan bisnis yang sangat di idaman kan.

Coba kita saksikan disetiap daerah sudah memulai bisnis pulsa dari rumahan dengan membuka konter kecil-kecilan,meskipun begitu namun konsumen tidak jauh-jauh ketika butuh pulsa untuk membeli dengan mudah mencari tempat konter disekitar rumah nya.

Bisnis ini sangat cocok dijalankan oleh mahasiswa dikarenakan bisa langsung menawarkan kepada teman yang sedang membutuhkan pulsa tanpa repot harus mencari konter pulsa di luar kampus, dan usaha pulsa  ini bisa menjadi penghasilan tambahan untuk uang  jajan , mantaps bukan...?

Jika anda sedang mencari atau ingin memulai usaha bisnis pulsa carilah tempat agen/distributor terpercaya dan terbaik,sebelum anda memutuskan untuk mendaftar ,karena itu harus bandingankan dulu harga,kualitas dan pelayanan agen/distributor tersebut. Sehingga anda tidak salah pilih nanti nya pada saat memulai kerjasama dengan agen tersebut.

Nah ini saya rekomendasikan buat anda yang ingin mendaftar usaha agen pulsa pelayanan nya ramah,lengkap dan harga bersaing klik disini

Dasar-dasar Berbicara dengan Efektif

dasar berbicara efektif
dasar berbicara efektif
Berikut ini dasar-dasar berbicara dengan efektif secara umum :

Memperoleh kecakapan dasar

  • Camkanlah pengalaman orang lain
  • Pertahankanlah tujuan anda
  • Putuskan terlebih dahulu tekad anda untuk suskes
  • Carilah setiap kesempatan untuk melatih melatih diri

Mengembangkan Keyakinan 

  • Keyakinan tentang rasa takut untuk berbicara dihadapan umum
  • Mempersiapkan diri dengan cara yang baru
  • Jangan sekali-kali meghafalkan
  • Kumpulkan dan susunlah terlebih dahulu apa akan dibicarakan
  • Latihlah pembicaraan anda bersama teman-teman anda

Cara yang tepat dan mudah untuk berbicara secara efektif

  • Membicarakan sesuatu yang pantas untuk dibicarakan berdasarkan pengalaman atau penyelidikan
  • Ceritakan segala sesuatu dalam hidup ini yang menjadi pelajaran
  • Carilah topik dalam latar belakang kehidupan anda
  • Yakinlah anda bersemangat dengan pokok pembicaraan anda
  • Bersemangatlah untuk membagikan percakapan anda dengan sidang pendengar



Kepercayaan Diri Harus dimiliki Seseorang,ini Lah Tips nya

Bagaimana Memiliki Kepercayaan Diri
Duduk lah disebuah kursi ,letakkan kursi kosong dihadapan anda, tetapkanlah sendiri peran yang anda bawakan dan tentukan pula peran dari kursi kosong tersebut. Lakukan hal ini berungkali di situasi yang berbeda. 

Langkah 1 :

Tegaskan situasi apa yang sedang dihadapi, apa sasaran anda, dan hal apa yang ingin anda peroleh dari pada nya.

Langkah 2 :

Rumuskan pernyataan-pernyataan berikut ini :
  • Ketegangan sikap yang bagaimana yang anda perlukan untuk dapat mencapai keinginan anda tersebut?
  • Apa yang harus anda lakukan untuk mencegah ketidaktegasan dalam diri anda?
  • Apa yang membuat anda menyerah dan tidak yakin dengan diri anda?

Hal -hal yang menyebabkan ketidaktegasan dalam diri anda adalah :

  • Apakah anda memiliki kepercayaan-kepercayaan yang rasional. Kalau demikian apa saja hal itu?
  • Bagaimana anda dapat menggantikan hal-hal yang irasional tadi dengan hal yang rasional?
  • Apakah  sebagai wanita/lelaki selama ini berada pada lingkungan dan pengajaran yang membuat anda tidak dapat tegas?

Dapatkah anda memastikan kepada orang lain/bangku kosong tadi bahwa :

  • Anda benar-benar mendengarkan nya dan mengerti nya?
  • ia mengerti apa yang anda rasakan?
  • lalu mengatakan apa yang anda kehendaki?

Jawablah "YA atau Tidak" perntanyaan-pertanyaan di bawah ini, dari dialog-dialog antar dua orang -anda sendiri dan orang lain :

  • Apakah sudah anda katakan apa yang hendak dikatakan ?
  • Pada keadaan mana anda banyak mengarahkan dan pada keadaan mana anda banyak beralasan?
  • Apakah anda benar-benar menggunakan hak anda tanpa mengabaikan/mengecilkan hak orang lain?
  • Apakah anda dalam menyatakan hal-hal tadi, lebih banyak berdiri atau duduk (bisa berarti bergerak atau diam)
  • Apakah suara anda tadi keras atau lemah lembut ?
  • Apakah anda tadi lebih banyak rileks nya atau tenang nya ?
  • Setelah selesai percakapan tersebut, apakah anda merasa puas atau malah kecewa?

Riyawat Hidup atau Curriculum Vitae/Resume

Riyawat Hidup atau Curriculum Vitae/Resume 

CV Curriculum Vitae
CV Curriculum Vitae
CV atau Riayawat Hidup adalah Catatan singkat tentang gambaran diri seseorang yang merupakan sumber informasi bagi calon atasan. Selain berisi data pribadi, gambaran diri tersebut meliputi keterangan tentang pendidikan/keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan merefleksikan gambaran kemampuan atau kualifikasi seseorang.

Dari penampilannya riwayat hidup tidak mempunyai format yang standar. Akan tetapi yang jelas riwayat hidup ditulis seperti karangan singkat, dan apabila diamati lebih lanjut termasuk ke dalam surat keterangan pribadi.

Isi riwayat hidup dapat dikembangkan atas 4 atau 5 sub judul, yaitu :

Data Pribadi

Berisi nama, alamat ,nomor telepon yang bisa dihubungi, faksimili (kalau ada). Bila usia menjadi syarat utama ,sebutkan tempat dan tanggal lahir anda.

Riwayat Pendidikan

Dari sekolah tingkat lanjutan ke atas. TK dan SD tidak perlu dicantumkan.

Pengalaman Bekerja

Sebutkan pengalaman yang menguntungkan dan mempunyai cerita baik, bila pengalaman kerja anda sudah lebih dari 10 tahun maka pekerjaan awal tidak perlu diterangkan panjang lebar. Usahakan ditulis dalam 1 kalimat pendek. Lupakan pengalaman kerja yang tidak menyenangkan , atau terlalu pendek jangka waktunya ( 2 minggu sebulan ). Alasan meninggalkan pekerjaan terdahulu tidak selalu harus dicantumkan.

Keterangan Lain

Segala sesuatu yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal, melainkan melalui pengalaman atau kursus-kursus yang tergolong pendidikan non-formal

Referensi Pribadi

Boleh dicantumkan dan boleh juga tidak . Didalam referensi tidak usah mencantumkan "Referensi available on request" ,karena hal itu hanya mencari masalah. Akan tetapi siapkan referensi bila benar-benar diminati/diperlukan.

Seorang Wirausaha Wajib Tau Konsep Pemasaran,ini Ulasan nya

konsep pemasaran
konsep pemasaran
Ada lima konsep yang berkembang ,yaitu Konsep Produksi (Production Concept ), Konsep ProdukProduct Concept ), Konsep Penjualan ( Selling Concept ), Konsep Pemasaran ( Marketing Concept ), dan Konsep Sosial ( Sosial Concept ) .

Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan menajemen pemasaran adalah :

1.Konsep Produksi ( Production Concept ) 

Konsep Produksi bertitik tolak dari anggapan bahwa konsumen ingin produk yang berharga murah dan mudah didapatkan. Produsen yang menganut konsep ini akan membuat produksi secara massal, menekankan biaya dengan efesiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari  pesaing.

Produsen tipe  ini akan mendistribusikan hasil produksi nya keseluruh pelosok agar mudah diperoleh konsumen. Konsep ini merupakan konsep awal dari produsen untuk menguasai pasar.Konsep  ini sangat berhasil jika memang belum banyak saingan dan konsumen belum memperhatihkan kualitas.

2.Konsep Produk ( Product Concept )

Pada saat barang masih langkah di pasar, produsen memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja. Produsen belum memperhatihkan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please one self , hanya menuruti bagaimana selera produsen sendiri. Produsen hanya melihat ke cermin, tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya memperhatihkan wajahnya saja ,yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya. Lain hal nya jika melihat jendela,berarti  melihat orang yang berada di luar/dijalan, produsen memperhatihkan orang lain.

Mengapa kaum  produsen menganut product concept ini ? Karena produsen mendasarkan pemikirannya pada premis-premis berikut :
  • Konsumen akan lebih memperhatihkan mutu berbagai barang sebelum mereka membeli.
  • Konsumen mengetahui perbedaan mutu berbagai macam barang
  • Konsumen selalu mencari barang dengan mutu baik
  • Produsen harus selalu menjaga mutu untuk mempertahankan pelanggan.

3.Konsep Penjualan ( Selling Concept )

Disini produsen membuat barang ,kemudian menjual barang itu dengan berbagai teknik promosi. Hal yang penting disini adalah adanya kegiatan promosi secara maksimal  . Paham dari konsep ini adalah bahwa konsumen pasti akan mau membeli barang bila mereka dirangsang untuk membeli . Promosi besar-besaran adalah merupakan ciri khas selling concept.

Premis yang mendasari konsep penjualan ini adalah :
  • Konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting,oleh sebab itu mereka didorong untuk membeli.
  • Konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi
  • Tugas produsen adalah mendorong penjualan.

4.Konsep Pasar ( Marketing Concept )

Disini produsen tidak sekadar membuat barang dan tidak puka asal melancarkan promosi. Akan tetapi , produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen. Produsen memperhatihkan needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini produsen tidak lagi melihat cermin,tetapi dia melihat jendela. Dengan begitu berarti dia memperhatihkan orang yang berada di luar sekitar nya .

Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi mengharapkan sesuatu manfaat dari barang itu. Kemudian ini disebut dengan wants ,yaitu ada seseuatu  yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika konsumen dapat dipuaskan, maka kegiatan marketing perusahaan sukses.
Premis yang mendasari konsep pemasaran ini adalah :
  • Konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan needs dan wants nya 
  • Konsumen dapat dikelompokkan berdasar need dan wants nya
  • Tugas organisasi ialah meneliti dan menetapkan segmentasi dan memilih pasar serta mengembangkan program pemasaran yang efektif.

5.Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Sosial Concept Responsibility)

Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Banyak nya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen. Dengan demikian perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral untukyani masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam arti luas harus menghasilkan barang yang baik ,tidak merusak kesehatan masyarakat. Misal nya ,menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab dengan selalu menjaga kebersihan air dan kebersihan udara dari ancaman pulosi serta mengurangi kebisingan oleh mesin pabrik. Semua ini dilakukan dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tentram dengan penuh rasa tanggung jawab,tidak mementingkan keuntungan perusahaan semata.

Premis yang mendasari pemikiran produsen untuk mengembangkan responsibility ini adalah :
  • Gejala consumerisme ( Gejala protes dari konsumen terhadap ketidakpuasan yang dilakukan oleh produsen atau penjual)
  • Masyarakat selalu menuntut tanggung jawab organisasi,begitu mereka mendapat perlakuan yang kurang baik dan bila ekosistem mereka terganggu.
  • Anggota masyarakat selalu menghendaki jaminan keselamatan terutama terhadap komoditas yang mereka beli.

Demikian lah beberapa konsep -konsep pemasaran yang perlu kita terapkan dalam hal pemasaran oleh pelaku wirausaha maupun perusahaan.






Ketahui 9 Point ini Sebelum Memulai Usaha agar Sukses

kiat sukses memulai usaha
kiat sukses memulai usaha
Berikut 9 Point  Sukses Sebelum memulai usaha sebagai berikut :

1.MODAL

Sesuaikan kondisi keuangan dengan sasaran usaha yang akan kita buka. Jangan terjebak dengan penggunaan uang pribadi yang dicampurkan dengan uang perusahaan.

2.SKILL

Membuka usaha sesuai keahlian yang kita miliki merupakan kunci awal suksesnya usaha tersebut. Dengan keahlian,kita akan lebih siap menghadapi tantangan dan mampu menetralisir ancaman yang mungkin timbul dengan tindakan yang cepat.

3.LOKASI

Pilih lokasi usaha yang strategis, mudah  dijangkau ,dan ramai pengunjung .Lokasi usaha memperngaruhi animo konsumen untuk mampir/belanja, dan sangat berpengaruh terhadap kecepatan pengembangan usaha.

4.PROMOSI

Anda perlu  memperkenalkan usaha yang baru dibuka melalui promosi atau pemasaran ,minimal dengan desain yang menarik ( ada pamflet,umbul-umbul,spanduk, dan lain-lain) yang dapat menarik pengunjung. Untuk usaha berskala menengah atau besar akan lebih baik apabila promosi dilakukan melalui media internet, radio, surat kabar, dan TV.

5.BRAND

Brand usaha meliputi logo dan nama usaha merupakan salah satu daya tarik calon konsumen untuk mampir atau bergabung dengan perusahaan kita. Brand usaha harus singkat, jelas , mudah di ingat dan familiar. Contoh STIAMI, singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia.

6.MEMBANGUN SiSTEM

Bangun sistem usaha yang baik sejak awal ; meliputi manajemen usaha,organisasi,dan pengelolaan finansial. Kelalaian dalam membangun sistem ini dapat mengakibatkan masalah di kemudian hari, bangkrut, atau diselewengkan oleh karyawan yang dipercaya.

7.KARYAWAN

Dalam merekrut karyawan ,akan lebih baik jika telah memiliki keahlian sesuai dengan bidang usaha yang kita buka. Untuk awal usaha, jumlah karyawan tidak perlu banyak ,sesuaikan dengan job yang ada dan bisa ditangani.

8.MiMiLiKi ViSi

Visi yakni suatu bayangan atau gambaran masa depan yang akan diraih. Senantiasa lakukan aktivitas pribadi dan kelola usaha berdasarkan visi yang sesuai rencana dan strategi masa depan. Visi dilaksanakan dengan penyusunan sistem dan mekanisme kerja yang tepat, pengaturan waktu yang jelas, dan aturan-aturan yang ditaati. Walaupun memulai dengan usaha kecil,tetapi visi harus besar.

9.KEBERANiAN

Dengan keberanian semua langkah dimulai. Seorang wirausaha harus punya keberanian menghadapi tantangan dan resiko.
Soo...Mulai lah dari sekarang ,untuk meraih sukses dimasa mendatang. Take Action !

Memanfaatkan Sumber Daya Usaha

Memberdayakan Koperasi Simpan Pinjam dan Lembaga Keuangan Mikro

sumber daya usaha
sumber daya usaha
Dalam upaya mempermudah akses calon wirausaha baru terhadap sumber permodalan, sebaiknya lembaga keuangan mikro dan koperasi simpan pinjam diberdayakan. Dengan tersebar nya koperasi-koperasi diharapkan kesulitan permodalan yang dihadapi oleh wirausaha dapat diatasi.

Strategi Khusus Pengembangan Kewirausahaan

Strategi khusus dilakukan melalui jalur pengembangan kewirausahaan ,yang meliputi :

A.Jalur Pendidikan dan Latihan

Pengembangan kewirausahaan melalui jalur pendidikan terdiri atas jalur pendidikan formal dan nonformal.
Tombak pengembangan wirausaha baru adalah lembaga Pemerintah dan Lembaga Nonpemerintahan. Secara garis besar kurikulum nya minimal berisikan pengetahuan dan wawasan,motivasi, dan sikap , keterampilan manajerial, dan perencanaan usaha.

B.Jalur Pengusaha

Ada beberapa program yang dicanangkan untuk menumbuhkan wirausaha bagi pengusaha (UMKM), yang meliputi : Program Pelatihan, Program Kursus, dan Program Pedampingan Institusi/lembaga yang dijadikan ujung tombak pengembangan wirausaha ini adalah :

1.Lembaga Pemerintahan
2.Lembaga Nonpemerintahan 

Pemgembangan kewirausahaan untuk jalur pengusaha UMKM juga dilakukan melalui program-program :
  • Pembentukan kelompok usaha/klaster
  • Pengguliran modal awal padanan (MAP)
  • pengembangan kemitraan
  • Pengembangan UMKM berorientasi ekspor
  • Pengembangan UMKM melalui pemanfaatan inovasi/teknologi local atau Teknologi Tepat Guna (TTG)
  • Penyertaan UMKM dalam kegiatan promosi

C.Jalur Kelompok Pembina

Program-program yang dilakukan dalam pengembangan kewirausahaan melalui jalur kelompok pembina,meliputi pendidikan dan pelatihan, bimbingan, konsultasi, dan tutor pola belajar mandiri, pertemuan ilmiah dan saresehan, studi perbandingan dan penyebaran publikasi.

Menggunakan sumber daya yang tersedia,baik yang ada pada departemen maupun instansi yang terkait dan masyarakat serta teknologi informasi. Ada 2 langkah yang dapat dilakukan.

Pertama , sumber daya yang tersedia diberbagai departemen/instansi pemerintah berupa aparat pembina (termasuk penyuluh,konsultan, dan widyaswara), sarana dan prasarana , serta anggaran perlu dikerahkan dan didayagunakan dengan baik untuk melaksanakan dan menunjang pengembangan kewirausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua, sumber daya utama untuk membudayakan kewirausahaan pada para pengusaha kecil dan koperasi pada khususnya  adalah para pengusaha itu sendiri melalui upaya pengembangan diri sambil melaksanakan kegiatan usaha atau learning by doing.


Kewirausahaan dan Kepemimpinan

kepemimpinan dan wirausaha
leaderpreneurship
Bibit-bibit wirausahawan kini berangkat dari memiliki semangat serta kemampuan teknis yang memadai. Namun kedua hal itu tidak mencukupi. Bekal lain yang mesti dimiliki seorang wirausahawan adalah "Kedisiplinan dan Kepemimpinan".


Oleh karena itu mengembangkan elemen-elemen kepemimpinan yang terdiri atas kemampuan untuk  memimpin diri sendiri, orang lain, serta mengelola situasi menjadi "menu" wajib bagi wirausahawan. Dengan kata lain , disamping memiliki pengetahuan serta keterampilan kewirausahaan (entrepreneurship), seorang wirausahawan harus pula memiliki kualitas kepemimpinan (leadership) yang tinggi. Perpaduan ini lah yang boleh kita sebut Leadpreneurship .

Peran Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

Orang-orang yang memiliki kualitas Leaderpreneurship yang tinggi adalah mereka yang mampu untuk mengubah sumber daya yang tadinya bernilai rendah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi melalui pengambilan resiko-resiko yang terukur serta kemimpinan yang efektif.

Dalam leadpreneurship, mengejar serta memanfaatkan peluang lebih diutamakan dari pada pertimbangan sumber daya yang dimiliki.

Bagi seorang leadpreneur ,apa yang dilihat sebagai masalah bagi orang lain justru dianggapnya sebagai peluang. Bagi mereka masalah yang muncul itu merupakan peluang sekaligus juga tantangan,tetapi juga memilih peluang-peluang yang memang layak untuk di manfaatkan. Dan ia pun bekerja secara sistematis dan terarah dalam mengatasi tantangan yang ada,dengan demikian peluang nya lebih besar.

Kepribadian Seorang Leadpreneur

Kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang leadpreneur dapat di kelompokkan ke dalam akronim SUCCEED , yaitu :

Self-Confident
Utilize
Cashflow Spirit
Personality
Charismatic
Energetic
Empathic
Drive

Berikut Penjelasan nya .

Self -Confindent

Seorang leadpreneur harus memiliki kepercayaan diri  yang sangat tinggi (self-confident). Ia harus mengenali diri nya sendiri serta yakin akan pengetahuan,keterampilan, serta visi dan misi yang dimilikinya dalam rangka membantu mewujudkan cita-cita diri nya dan juga organisasi.

Utilize 

Seorang leadpreneur harus pula membekali diri nya dengan kemapuan memanfaatkan (utilize) secara optimal segala potensi serta sumber daya yang dimilikinya, seperti kekuatan pribadi , sumber daya manusia,finansial,infrastruktur, dan sebagainya demi tercapai nya visi,misi ,tujuan , serta sasaran perusahaan.

Cashflow Spirit

Seorang leadpreneur harus mengoptimalkan usaha nya guna menghasilkan arus kas yang maksimal, bukan hanya mengejar laba semata. Arus kas dalam jumlah yang memadai sangat penting guna membiayai kelancaran aktivitas operasional dan investasi perusahaan.

Charismatic

Biasa nya, seorang leadpreneur adalah seorang yang karismatik yang dapat "mempesona" orang lain. Hal ini bukan berarti seorang leadpreneur identik dengan kemampuan nya untuk berbicara dengan berapi-api.

Yang lebih penting adalah kepemimpinan melalui kesederhanaan dan kerendahan hati serta pola pikir yang dianut nya,bukan dari segala atribut lain yang disandang nya.

Energetic

Disamping karisma,leadpreneur adalah seorang yang antusias, selalu penuh dengan semangat setiap kali melakukan sebuah pekerjaan serta memiliki stamina (energetic). Ia harus menjadi sumber energi bagi karyawan yang dipimpin nya.

Empathic

Empathic berarti kemampuan mengindentifikasi serta memahami situasi , perasaan, serta motif yang dimiliki oleh orang lain.Untuk itu lah seorang leadpreneur harus menjadi pendengar yang baik bagi para pengikut nya . Para pengikut ini harus dibesarkan hati nya . Kepala mereka yang tertunduk harus di tegakkan guna menumbuhkan perasaan optimis ,dan semangat yang positif harus di pompakan sehingga para pengikut nya tidak larut dalam kesedihan akibat kesulitan dan kegagalan yang menimpa.

Drive

Drive adalah kemampuan menggerakkan orang lain untuk secara bersama-sama berjuang mewujudkan mimpi serta mencapai tujuan organisasi. Seorang leadpreneur harus mampu menggerakkan orang lain agar mereka melakukan hal-hal yang tidak diwajibkan sekalipun dengan penuh semangat .Dan tidak dengan cara memaksa atau mengancam sesuatu hal menakutkan,itu bukan ciri seorang pemimpin yang baik .


Demikian lah Kepribadian seorang wirausaha yang mesti dan harus dimiliki agar tercapai nya misi dan visi guna mengembangkan dan membangkitkan semangat leaderentrepreneurship.









8 Karakter Umum ini harus di miliki Jiwa Wirausaha

8 Karakter Umum ini harus di miliki Jiwa Wirausaha , Apa aja sih ?

8 karakter umum harus dimiliki jiwa wirausaha
ilustrasi 
Sebelum Penulis menjelaskan pengembangan pribadi kewirausahaan, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu karakteristik umum seorang wirausaha agar lebih jelas bagaimana membentuk seorang wirausaha sebenernya.

Ada beberapa karakteristik umum ada pada seorang wirausaha baik menurut pengalaman penulis maupun berbagai buku kewirausahaan yang pernah penulis baca dan pelajari. Karakteristik atau sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut :

1.Mampu Melihat Peluang

Seorang wirausaha adalah seorang yang mampu melihat peluang ketika orang lain tidak dapat melihat nya. Memang tidak banyak orang yang melihat sesuatu yang kelihatan nya biasa tetapi sebenernya mengandung suatu peluang bisnis yang dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

2.Berani Menanggung Resiko

Setiap usaha pasti ada resiko nya, sebagaimana seorang karyawan juga pasti  memiliki resiko. Hanya saja resiko sebagai seorang wirausaha tentunya jauh lebih besar ketimbang hanya jadi seorang karyawan.
Seorang wirausaha adalah seorang yang berani menanggung resiko dari apa yang di usahakan nya. Jika usaha nya berhasil ia akan memperoleh pendapatan yang relatif lebih tinggi dari pada seorang karyawan biasa.

3.Memiliki Visi dan Misi yang Jelas

Seorang wirausaha juga harus memiliki visi dan misi yang jelas jauh kedepan. Visi berarti  langkah-langkah ke depan, sementara Misi berarti  apa yang ingin dia capai. Seorang wirausaha harus tau apa yang akan dilakukan nya  pada beberapa tahun kedepan. Dia juga tau apa misi dari usaha yang dilakukan nya. Seorang wirausaha / pengusaha punya rencana kerja yang jelas dan terarah dalam menggapai visi dan misi nya.

4.Kreatif dan Inovatif

Seorang wirausaha dituntut untuk menjadi seorang yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif. Sifat kreatif dan inovatif ini diperlukan untuk mempertahankan usaha, karena dalam mengawali usaha dan menjalankan serta mengembangkan nya perlu daya kreatifitas dan inovasi yang baik.

5.Berjiwa Mandiri

Seorang yang berjiwa mandiri adalah orang yang tidak ingin selalu bergantung pada orang lain. Menentukan pilihan untuk berwirausaha berarti menentukan suatu pilihan hidup untuk berusaha secara mandiri. Berjiwa mandiri ini tentu nya bukan lah suatu yang ringan karena berbagai ujian dan kendala yang dihadapi sebagai seorang wirausaha pasti akan datang silih berganti. Namun hanya  mereka yang memiliki jiwa mandiri lah yang tidak menyerah dalam menghadapi itu semua.

6.Percaya Diri

Karakteristik lain dari seorang wirausaha adalah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Karena Sifat percaya diri ini lah yang mampu mengarahkan / meyakinkan seseorang pada hasil produk yang di tawarkan nya sehingga orang pun tidak ragu .

7.Berpikir Positif

Seorang wirausaha adalah mereka yang selalu berpikir positif,Sebagai contoh ,didalam berusaha ia memiliki keyakinan bahwa apa yang ia lakukan nya pasti akan membuahkan keberhasilan .Didalam pikiran seorang wirausaha ,pesaing dapat memacu kita untuk tetap meningkatkan kualitas usaha kita.

8.Sabar 

Karakter lain nya dari seorang wirausaha yang mungkin tidak banyak disinggung orang adalah sifat sabar . Sifat sabar ini kelihatan nya begitu mudah di ucap namun tidak semudah memperaktekkan nya ,karna sabar itu perlu waktu,tenaga dan biaya ,baru akan mencicipi hasil nya. Ada pepatah mengatakan "berakit-rakit dahulu ,bersenang -senang kemudian", mungkin kata pepatah itu pantas menggambarkan seorang wirausaha dalam menggapai hasil itu butuh proses dan perjuangan.

So positif thinking  about " keep spirit and kontinue".



Sifat dan Karakteristik Wirausaha

Sifat dan Karakteristik Wirausaha


sifat dan karakter wirausaha
sifat dan karakter wirausaha
Shane ( 2003 ) dalam Helmi dan Megasari (2009) mengelompokkan karakteristik psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam memanfaatkan peluang dibandingkan yang lain kedalam 4 aspek , 
yaitu :
  1. Kepribadian
  2. Motivasi
  3. Evaluasi diri
  4. Sifat-sifat kognitif

Kepribadian

Kepribadian dan motivasi seseorang akan berpengaruh dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan  tindakan memanfaakan peluang. Mengapa demikian ? Karena tidak semua orang akan mampu bertindak tepat ketika melihat suatu peluang yang ada dihadapan nya. Hanya orang-orang dengan kepribadian tertentulah yang akan mengambil dan memanfaatkan peluang tersebut.

Motivasi

Faktor yang juga sangat berperan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah motivasi. Wirausaha di motivasi oleh keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri. Ada 2 faktor yang melandasi motivasi seorang wirausaha, yaitu :

  • Kebutuhan Berprestasi 

Yaitu motivasi yang luas biasa pada seseorang untuk mendapatkan prestasi pada suatu bidang yang ia cita-citakan sehingga apa yang ia inginkan benar-benar tercapai/berhasil.

  • Keinginan untuk Independen
Yaitu motivasi yang kuat untuk dapat tidak tergantung pada orang lain. Faktor ini akan mendorong seseorang khususnya seorang wirausaha untuk berani dalam mengambil keputusan sendiri dalam memanfaatkan peluang dalam berwirausaha.

  • Evaluasi Diri

Faktor psikologis ketiga ini disebutkan oleh Shane adalah kemampuan evaluasi diri yang cukup tinggi. Sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Ada beberapa elemen yang mempengaruhi kemampuan evaluasi diri sari seseorang , yaitu :
  • Locus of control : kepercayaan seseorang bahwa ia mampu mengendalikan lingkungan sekitar nya.
  • Self efficacy : kepercayaan seseorang pada kekuatan diri nya dalam menjalankan tugas tertentu.

Karakteristik Kognitif

Karakteristik kognitif merupakan faktor yang mempengaruhi bagaimana seseorang berfikir dan membuat peluang di dalam mengembangkan peluang kewirausahaan. Seorang wirausaha harus membuat keputusan positif mengenai sesuatu yang belum dipahami banyak orang, dalam ketidakpastian, dan dalam informasi yang terbatas.

Berikut beberapa karakteristik kognitif yang dimaksud adalah :
  • Over confidence , yaitu kepercayaan pada peryataan diri yang melebihi keakuratan dari data yang diberikan.
  • Refresentatif , yaitu ke inginan untuk menggeneralisasi sebuah contoh kecil yang tidak mewakili sebuah populasi.
  • Intuisi , yaitu penggunaan perasaan dalam mengambil keputusan.






Pengembangan Pribadi Kewirausahaan

Pengembangan Pribadi Kewirausahaan



pengembangan pribadi kewirausahaan
Ada orang yang menyatakan bahwa menjadi seorang wirausaha adalah suatu jiwa yang memang dibawa sejak lahir. Penulis sepakat wirausaha yang dilahirkan maupun wirausaha yang lahir lantaran pendidikan dan pengalaman penulis menjalankan dan membesarkan bisnis untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil memerlukan pengembangan pribadi kewirausahaan yang itensif, sehingga di dalam mengarungi usaha yang begitu banyak ujian dan kendala yang dihadapi dapat mengatasi nya dengan baik. Ada pendapat yang menyatakan bahwa pengembangan pribadi wirausaha dimulai sejak dini.

Bagi seorang yang berpendidikan , pengembangan pribadi wirausaha dapat dimulai ketika dia masih dibangku sekolah dan terus menerus dikembangkan . Sebelum penulis menjelaskan pengembangan pribadi kewirausahaan, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu karekteristik umum seorang wirausaha sehingga menjadi lebih jelas bagaimana membentuk wirausaha sebenernya.

Peranan Sifat Wirausaha

Seorang wirausaha memang berbeda dengan seorang karyawan biasa. Ia memikul beberapa peran yang berbeda dibandingkan dengan seorang karyawan. Seorang pakar dari Barat, David Mc Clleland, menyebutkan ada beberapa ciri dasar peranan kewirausahaan yaitu :

Memikul resiko-resiko

Seorang wirausaha memang akan dihadapkan pada resiko yang lebih besar ketimbang seorang karyawan. Tetapi didalam konsep bisnis suatu pernyataan yang dapat diterima kebenarannya,yaitu  semakin tinggi resiko semakin tinggi pula hasil yang akan diterima melalui usaha tersebut. Oleh karena itu , bagi seorang pengusaha/wirausaha resiko adalah suatu hal yang biasa.

Kegiatan yang penuh Semangat dan Berdaya Cipta ( Inovasi )

Seorang wirausaha memang dituntut untuk selalu menghasilkan suatu inovasi yang kreatif sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan lingkungan pada umumnya. Hasil karya terus menerus dibuat sebaik mungkin bahkan kalau bisa memiliki perbedaan ( diferensiasi ) dengan hasil karya yang dihasilkan oleh orang lain. Di samping itu , karya tadi senantiasa diperbaiki kualitasnya dan dijaga keunikan nya sehingga dapat terus diterima oleh  pemakai nya.

Tanggung Jawab Pribadi

Menjadi seorang wirausaha jelas memiliki tanggung jawab yang lebih besar ketimbang seorang karyawan biasa. Kenapa demikian ? Jawaban nya adalah karena seorang wirausaha bukan hanya bertanggung jawab terhadap karyawan yang dimiliki nya, yang senantiasa membantu nya didalam menghasilkan karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Pengetahuan tentang Hasil Keputusan

Sebagaimana seorang dokter ketika mengambil keputusan terhadap pasien nya ,seorang wirausaha harus memahami yang akan dihasilkan terhadap keputusan yang diambil. Seorang wirausaha juga dituntut untuk dapat mengetahui dan memahami hasil-hasil keputusan yang diambil oleh usaha nya. Seorang wirausaha harus mengetahui dampak berbagai keputusan yang diambil bagi kelangsungan bisnisnya. Seorang pengusaha juga harus mengetahui apakah ia telah bekerja dengan baik dan apakah karyawan nya sudah bekerja dengan baik sehingga dapat menghasilkan kinerja yang di inginkan ,yaitu laba yang di inginkan.



Wirausaha di Lahirkan atau diCiptakan ?

Wirausaha di Lahirkan atau di Ciptakan

wirausaha dilahirkan atau diciptakan
Orang sering berkata , wirausaha itu diciptakan, jadi pengusaha itu harus melalui pendidikan secara khusus sehingga didalam menjalankan bisnis nya nanti dapat dengan mudah dicapai. Contohnya adalah  Ciputra , pengusaha  besar sekaligus bos Ciputra Group yang memiliki latar belakang pendidikan Insinyur Institut Tehnologi Bandung, atau juga Chairul Tanjung , Bos para Group yang menguasai bisnis Televisi seperti Trans TV dan Trans7 serta bank Mega. Dahulu latar belakang pendidikan Chairul Tanjung adalah Dokter Gigi dari Universitas Indonesia.

Orang lain ada juga yang menyatakan bahwa seorang wirausaha itu dilahirkan, artinya jadi pengusaha itu adalah dengan sendirinya. Bukan hasil suatu sekolah atau dengan  lembaga pendidikan tertentu. Sifat wirausaha nya dibawanya semenjak lahir,bukan lantaran suatu pendidikan tertentu sehingga ia tampil menjadi wirausaha. Contoh orang yang seperti ini di Indonesia adalah Liem Swie Lionng atau dikenal dengan nama Sudono Salim, pemilik Salim Group.

Namun baik dalam maupun diluar negeri sampai kini belum ada yang dapat memastikan seseorang yang berpendidikan wirausaha itu pasti menjadi wirausahawan atau pun seseorang yang membawa sifat wirausaha dari lahir pasti menjadi wirausahawan. Kedua nya bisa jadi sama benarnya tetapi keduanya pula pada kondisi tertentu juga belum tentu tepat. Kenapa demikian ? karena ada faktor lain yang dapat mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk menjadi wirausahawan, yaitu faktor kondisi atau keadaan seseorang. Dengan  kata lain yang mendorong seseorang menjadi wirausahawan antara lain sebagai berikut :

·         Sifat bawaan
·         Kondisi lingkungan
·         Dukungan pendidikan

Namun dengan demikian,untuk kasus-kasus di Indonesia banyak pula orang yang memulai menjadi wirausaha lantaran desakan linngkungan yang di alami nya, seperti desakan atas kondisi ekonomi yang sulit sehingga mendorong ia  untuk menentukan sikap untuk menjadi pengusaha/wirausahawan.


Oleh karna itu seseorang tidak bisa di tebak ia akan menjadi seorang pengusaha atau hanya menjadi seorang pekerja dari perusahaan lain ,terus berdoa ,usaha dan ikhtiar lah untuk menentukan hasil dari apa yang diupayakan .



Pengertian Etika Bisnis

Pengertian Etika Bisnis

pengertian etika bisnis
pengertian etika bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang di khususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standart moral sebagaimana telah diterapkan dalam kebijakan , institusi ,dan perilaku bisnis.

Didalam menciptakan etiket dalam bisnis, ada beberapa hal perlu diperhatikan ,antara lain :
  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tanggung jawab sosial (sosial responsibility
  • Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
  • Menciptakan persaingan yang sehat
  • Menerapkan konsep "pembagunan berkelanjutan "
  • Menghindari sifat 5K ( Katabelece,Kongkalikong,Koneksi,Kolusi,dan Komisi)
  • Mampu menyatakan yang benar itu benar
  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha
  • Konsekuen dan Konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  • Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa telah disepakati
  • Menaati peraturan hukum undang-undang yang berlaku

Masalah Dalam Etika

Ada tiga jenis masalah yang dihadapi dalam etika yaitu masalah sistematik, korporasi, dan individu . Memahami ke tiga hal ini membantu kita dalam memperbaiki bisnis kita, berikut penjabaran nya .

  • Masalah Sistematik
Sejumlah pertanyaan etis yang muncul  mengenai sistem ekonomi , politik, hukum, dan sistem sosial lain nya dimana bisnis itu beroperasi.

  • Masalah Korporasi
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam konteks penyelenggaraan perusahaan-perusahaan tertentu, antara lain mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan,  praktik, dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

  • Masalah Individual
Pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Msasalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan, dan karakter individual.

Etika bisnis ini sangat diperlukan oleh pelaku bisnis yang dituntut secara profesional demi menjaga kredibiltas perusahaan dalam jangka panjang maka dari itu sangat penting di perhatikan hal-hal tersebut .

Etika Dalam Berbisnis

pengertian etika
pengertian etika
Bisnis merupakan aktivitas yang dilakukan manusia dengan jelas memiliki kesepakatan-kesepakatan manusiawi yang diterima secara universal. Hal universal itu berupa kepatutan-kepatutan dalam berbisnis mengembangkan apa yang kemudian disebut "etika bisnis". 


Memahami etika bisnis pada masa kini semakin terkait dengan pencapaian sebuah usaha. Makin modern, ternyata manusia tidak cukup sekedar mengejar materi melainkan trend. Bisnis yang beretika semakin menjadi tuntutan,hal ini yang mengakibatkan prilaku bisnis pun mengalami perubahan secara berkala seiring perkembangan zaman.

Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu "etbokos" yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standart penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti : benar, salah,baik, buruk dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu ; meta-etika (Studi konsep etika) , etika normatif ( studi penentuan nilai etika), dan etika terapan ( studi penggunaan nilai-nilai etika ). (wikipedia.org).

Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi, yaitu : Bahasa Belanda , bedrijfsethiek (etika perusahaan ) ,Unternehmensethik ( etika usaha ), Bahasa Inggris , corporate ethics ( etika korporasi ).

Analisis Arti Etika

Untuk menganalisis arti-arti etika, Bertens membedakan nya menjadi 2 jenis etika , yaitu : pertama , etika sebagai praktek nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak walaupun seharusnya dipraktekkan. Apa yang dilakukan sejauh ini sesuai atau tidak dengan nilai dan norma moral.

Kedua, etika sebagai refleksi pemikiran moral, adalah berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya. Menyoroti dan menilai baik buruknya prilaku orang dapat dijalankan pada taraf dan populer maupun ilmiah.

Perkembangan Etika Bisnis

Masih menurut pandangan Bertens,etika bisnis terus berkembang dari masa ke masa . Berikut ini pembabakan perkembangan etika.

Situasi Dahulu

Pada awal sejarah filsafat , Plato , Aristoteles dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelediki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Masa Peralihan Tahun 1960-an.

Etika Bisnis Lahir di AS

Pada tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etiket bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS (Amerika Serikat).

Etika bisnis Meluas ke Eropa 

Pada tahun 1980-an di Eropa Barat , etika bisnis sebagai ilmu baru yang mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari Universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).

Etika Bisnis Menjadi Fenomena Global

Pada tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia dan telah didirikan International Society for Business,Economics and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.


Kemana Arah Technopreneurship di Indonesia

kemana arah technopreneurship
ilustrasi
Sebagian besar wacana di negara kita mengarahkan technopreneurship seperti dalam definisi ke dua. Dalam seminar , lokakarya dan berita bisa dijumpai bahwa pemakaian teknologi informasi dapat menunjang usaha bisnis. Dimasa krisis global seperi sekarang ini, peluang berbisnis lewat internet semakin digembor-gemborkan. Ada kepercayaan bahwa technopreneurship menjadi solusi bisnis dimasa lesu seperti ini. Sebagai contoh ,  penggunaan perangkat lunak tertentu akan mengurangi biaya produksi bagi perusahaan mebel. Jika sebelumnya mereka harus membuat prototype dengan membuat kursi sebagai sample dan mengirimkan sample tersebut , dengan pemakaian perangkat lunak tertentu , perusahaan tersebut tidak perlu mengirimkan sample kursi ke pelanggan,namun hanya dengan desain kursi dalam bentuk soft copy saja (file gambar.img) Asumsi ini tidak memakan biaya besar ketimbang membuat sample dahulu.

Jika technopreneurship dipahami seperti dalam contoh usaha diatas,kondisi ini menyisakan beberapa pertanyaan , apakah benar technopreneurship mampu menjadi solusi bisnis dimasa kini ? akan dibawa kemana kah arah technopreneurship di negara kita ?

Menurut hemat penulis, technopreneurship yang difahami dalam makna yang sesempit ini justru akan menjadi bumerang bagi pelaku bisnis, karena akan menciptakan ketergantungan terhadap teknologi buatan barat. Hal ini tidak akan sejalan dengan semangat technopreneurship yang dikembangkan oleh negara-negara Asia lain nya.

Selain itu inovasi yang berkembang belum mampu melepas ketergantungan tersebut karena masih berskala individu, seperti inovasi dan kreatifitas dalam pembangunan website, penggunaan teknologi website sebagai media promosi. Inovasi ini yang diharapkan dalam pengembangan kapasitas lokal dengan basis teknologi dari dunia barat. sehingga inovasi ini mampu melepaskan kita dari belenggu ketergantungan penggunaan lisensi dan ketergantungan teknologi barat.

Oleh karena itu, disini lah pentingnya peran technopreneurship . Penguasaan teknologi menjadi sedemikian penting apabila kita mampu mentransformasikan keunggulan teknologi menjadi keunggulan kompetitif dari sudut bisnis. Artinya harus ada sinergi antara kemampuan dalam mengembangkan dan menguasai teknologi dengan kemampuan mengolah teknologi menjadi bisnis yang menguntungkan. Inilah esensi dari technopreneurship  yaitu pengembangan bisnis berbasis teknologi.


Agar teknologi dan bisnis dapat berkembang secara sinergi perlu ada sinkronisasi antara pemerintah dengan dunia usaha. Dalam jangka panjang , sinergi ini dapat menciptakan sustainable growth yang memiliki daya dukung teknologi yang diarahkan sebesar-besar nya untuk menciptakan peluang-peluang baru yang kelak menjadi motor penggerak perekonomian.


Di samping itu , pemerintah  harus punya komitmen dan strategi yang jelas dalam menumbuhkan technopreneurship. Adapun kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengarah kepada hal tersebut adalah sebagai berikut :

  • Penguatan pendidikan teknologi dan kewirausahaan
  • Penyedian insentif fiskal berupa potongan pajak bagi perusahaan
  • Penguatan riset dasar lembaga pemerintahan
  • kerjasama riset lembaga pemerintah dengan dunia usaha
  • pengembangan lembaga pembiayaan modal ventura
itu adalah beberapa kebijakan pemerintah yang mesti di pertimbangkan guna untuk mendukung para pengusaha baru maupun lama.

Pengembangan Kewirausahaan Technopreneurship

pengembangan technopreneurship
pengembangan technopreneurship
Memasuki dunia usaha yang makin kompetitif, seorang wirausaha harus memiliki kecerdasan untuk menangkap peluang usaha. Dunia usaha zaman now (sekarang) telah melahirkan kreatifitas dan inovasi yang cukup tinggi. Mampu memanfaatkan sesuatu untuk dikembangkan untuk menjadi sebuah peluang usaha.

Sebagai sebuah pengembangan , wirausahawan telah menciptakan berbagai pengembangan dalam dunia usaha nya, seperti ; sosial entrepreneurship, techno-preneurship, leadpreneurship, beauty preneurship , dan cyber preneurship. Hal ini banyak mencerahkan dunia kewirausahaan menjadi lebih holistik.

Secara terminologi Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua kata yaitu 'teknologi' dan 'enterpreneurship'. Secara umum kata teknologi digunakan untuk merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan ke dunia industri atau sebagai kerangka pengetahuan yang digunakan untuk menciptakan alat-alat,untuk mengembangkan keahlian dan mengolah materi guna memecahkan persoalan yang ada.

Sedangkan kata 'enterpreneurship' berasal dari kata entrepreneur yang merujuk pada seseorang atau  agen yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian menanggung resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada.
Technopreneurship merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat, kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Technologi Entrepreneurship atau yang biasa dikenal dengan technopreneurship merupakan bagian dari entrepreneurship yang menekankan pada faktor teknologi, yaitu kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses usaha bisnisnya.

Kewirausahaan dalam bidang teknologi sebagian besar dihasilkan dari sinergi antara pemilik ide kreatif yang pada umum nya berafiliasi dengan berbagai pusat riset dan perguruan tinggi dengan penyedia modal yang akan digunakan dalam bisnisnya.

Dalam technopreneurship terdapat dua unsur penting yang menunjang berlakunya technopreneurship. Pertama adanya teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen, Kedua teknologi tersebut dapat menghasilkan profit atau mendatangkan keuntungan.

Ruang Lingkup Technopreneurship 


Beberapa tahun terakhir ini istilah technopreneurship kerap sekali kita jumpai di berbagai media ,baik media cetak maupun media  elektronik. Buku buku yang menggunakan istilah ini sudah banyak bermunculan. Bahkan ada beberapa Universitas yang mulai menawarkan technopreneurship sebagai program studi dan membuka program master.


Salah satu Universitas di Asia yang menawarkan Master Degree Program in Technopreneurship adalah Universitas Teknologi Nanyang (NTU Singapura). NTU bahkan memiliki pusat studi khusus untuk bidang ini yang dikenal dengan nama Nanyang Technopreneurship Center (NTC).

Dalam wacana nasional , istilah techno-preneurship lebih mengacu pada pemanfaatan teknologi informasi untuk pengembangan wirausaha. Berbeda dengan pengertian pertama diatas, Jenis wirausaha dalam pengertian technopreneurship disini tidak dibatasi pada wirausaha teknologi informasi, namun segala jenis usaha, seperti usaha meubel, restaurant, super market ataupun kerajinan tangan, batik dan perak. Penggunaan teknologi yang dimaksud disini adalah pemakaian internet untuk memasarkan produk seperti dalam perdagangan online (e-Commerce).


Pengertian Kewirausahaan

pengertian wirausaha
pengertian wirausaha
Dalam kehidupan sehari-hari , kita sering mengatakan bahwa setiap orang yang punya usaha sendiri disebut sebagai seorang wirausaha. Seorang pemilik toko disebut wirausaha. Seorang penjual gado-gado disebut sebagai orang yang ber-wirausaha atau bahkan seorang tukang ojek pun karena berusaha sendiri dalam arti tidak bekerja untuk orang lain ,kadang disebut pula sebagai wirausaha. Namun sebenernya ,apakah sebutan wirausaha untuk orang-orang tersebut tepat ?

Apakah sebenernya pengertian kewirausahaan itu ? Kewirausahaan sebenernya berasal dari kata wira-usaha yang secara sederhana berarti orang yang berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kemampuan untuk berani mangambil resiko dan menciptakan sesuatu yang baru.

Kewirausahaan Menurut seorang pakar manajemen modern bernama Peter F.Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan adalah kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kewirausahaan menurut Pakar lain nya Zimmerer menyatakan bahwa kewirausahaan sebagai proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk mempebaiki kehidupan.

Seorang wirausahawan kadang kala disamakan dengan seorang wiraswasta, Namun sebenernya seorang wirausahaan berbeda dengan seorang wiraswastawan. Seorang wirausahawan membutuhkan berbagai keterampilan yang tidak dimiliki oleh seorang wiraswastawan. Seorang wirausahawan harus memiliki keterampilan untuk mengola orang lain,seorang wirausahawan juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik sehingga dapat mengelola dan mengarahkan orang lain. Seorang wirausahawan biasanya memiliki usaha yang banyak melibatkan banyak orang dengan tuntutan keterampilan yang cukup besar.

Sementara itu,seorang wiraswastawan adalah orang yang hanya bekerja sendiri,melakukan aktivitas bisnis sendiri, walaupun kadang dibantu oleh orang lain. Seorang wiraswastawan tidak terlalu membutuhkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen yang sukar, ia cukup butuh keterampilan apa adanya, karena biasanya skala usaha nya pun tidak terlalu besar , sehingga pengelolaan usaha nya menjadi tidak terlalu rumit dan melibatkan orang banyak.

Asal Usul Konsep Dasar Kewirausahaan

asal usul konsep dasar kewirausahaan
Konsep Dasar Kewirausahaan adalah pada hakikatnya sudah muncul sejak zaman dahulu kala.Bahkan pada era Nabi Muhammad Saw, konsep kewirausahaan sudah banyak dipraktekkan oleh para sahabatnya seperti Abu Bakar Ash Shiddiq,Usman bin Affan, Abdurahman bin Auf ,istri Nabi Saw yang bernama Siti Khodijah binti Khuwailid awalnya adalah seorang wirausaha sukses yang terkenal karena kejujurannya.

Setelah berkembang dan menyebarnya ilmu pengetahuan ke berbagai belahan dunia ,konsep dan jiwa wirausaha pun berkembang dan menyebar ke berbagai negara Eropa dan Amerika.Pada Abad ke-17 seorang bankir dari Perancis yang bernama Jhon Law membuka perjanjian waralaba perdagangan di daerah baru yang kemudian disebut Amerika. Nama Perusahaannya adalah Missisipi Company.


Istilah Entrepreneurship baru mulai terkenal dalam kosakata bisnis pada tahun 1980-an,walaupun istilah entrepreneurship telah muncul pada abad ke 18 ketika ekonomi Perancis Richard Cantillon mengaitkan entrepreneur dengan aktivitas menanggung resiko dalam perekonomian.


Kata entrepreneur berasal dari bahasa Perancis ,entre berarti  'antara' dan prendre 'mengambil'. Kata ini pada dasarnya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil resiko dan memulai sesuatu yang baru.

Di Indonesia , motivasi berwirausaha sudah banyak pula dipraktekkan oleh para pelopor. Mereka telah merintis usaha mandiri untuk dapat menghidupi kebutuhan hidup nya secara layak dan berhasil, bahkan memberikan berbagai macam lapangan kerja bagi banyak orang. Sebutlah misalnya beberapa pengusaha sukses masa lalu yang sampai kini masih dapat menjaga bahkan mengembangkan kelangsungan bisnisnya, seperti Ciputra. Pria kelahiran Parigi (suatu daerah dekat Gorontalo Sulawesi) 78 tahun yang lalu telah merintis usaha dari kecil dan sederhana sampai kini menjadi kerjaan bisnis yang begitu besar yang tergabung dibawah Grup Ciputra ,ditambah sebuah Universitas besar yang bernama Universitas Ciputra kemajuan ini menjadikan Ciputra Grup sebagai suatu kelompok usaha yang begitu lengkap.

Kewirausahaan memang terbukti banyak memberikan sumbangan yang besar bagi masyarakat serta pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi masyarakat , seorang wirausaha yang berhasil dapat menyediakan banyak lapangan kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran dan tentunya dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Seorang wirausaha juga dapat menghasilkan produk ,jasa,atau inovasi-inovasi baru yang sangat bermanfaat baik banyak orang karena dapat menjadi alat pemuas kebutuhan atau keinginan.

Indonesia, negeri yang kaya akan berbagai sumber daya alam,seharusnya dapat hidup mendiri dan sejahterah. Jika banyak wirausaha yang dapat mengelola kekayaan alamnya secara mandiri. Namun kenyataan nya sumber daya alam yang melimpah ruah yang dahulu disebut jamrud katulistiwa ini justru banyak diambil dan dikuasai oleh pihak asing.

Wirausaha dan perusahaan luar berusaha dengan banyak cara untuk menguasai dan mengolah sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan mereka. Rakyat Indonesia tampaknya cukup bangga hanya dengan disebut karyawan atau pegawai dari  suatu perusahaan asing yang ada di Indonesia. Akibat nya yang terjadi, sebagian besar hasil sumber daya alam dibawa ke luar, sementara hanya sebagian kecil saja yang dinikmati penduduk pribumi.

Walaupun Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam nya, namun di antara negara-negara di dunia ini masuk ke dalam kelompok negara - negara dunia ke tiga alias negara tidak maju. Sekali lagi ini antara lain disebabkan oleh banyak sumber daya alam Indonesia diserap oleh pihak luar , sementara di Indonesia sendiri rakyat hanya mendapat sisa-sisa kekayaan tersebut. Akibat nya lebih tragis lagi adalah pengangguran dimana-mana,baik pengangguran terdidik maupun tidak terdidik.

Sekarang pertanyaan nya adalah bagaimana mengatasi permasalahan tersebut ? Salah satu  nya adalah dengan cara memperbanyak wirausaha yang memiliki kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkan sumber daya dibumi Indonesia yang kita cintai ini. Dengan demikian mencetak wirausaha-wirausaha baru terampil merupakan suatu kebutuhan mendesak bagi negara Indonesia untuk dapat menyelamatkan kekayaan negeri ini.


Perbedaan VISI dan MISI


Perbedaan Visi dan Misi 


Suatu organisasi pasti memiliki visi dan misi.Sering kali kita temui di suatu ruang kerja terdapat pajangan visi dan misi yang di bingkai rapi. Di sekolah-sekolah juga biasa terpampang visi dan misi di gerbang supaya mudah dibaca. Visi dan misi menunjukan gambaran kemana suatu organisasi itu akan diarahkan dan hasil apa yang ingin dicapai.

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Didepan Umum

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Didepan Umum-Mengetahui cara percaya diri didepan umum itu sangat penting, baik Anda yang akan berbicara di depan umum atau dalam pergaulan sehari-hari. Tampil percaya diri di depan umum bukan sekedar Anda bisa nyaman ,namun lebih penting dari itu , Anda akan membuka banyak peluang untuk berkarir dan meraih kesuksesan dimasa depan.