Kewirausahaan dan Kepemimpinan

kepemimpinan dan wirausaha
leaderpreneurship
Bibit-bibit wirausahawan kini berangkat dari memiliki semangat serta kemampuan teknis yang memadai. Namun kedua hal itu tidak mencukupi. Bekal lain yang mesti dimiliki seorang wirausahawan adalah "Kedisiplinan dan Kepemimpinan".


Oleh karena itu mengembangkan elemen-elemen kepemimpinan yang terdiri atas kemampuan untuk  memimpin diri sendiri, orang lain, serta mengelola situasi menjadi "menu" wajib bagi wirausahawan. Dengan kata lain , disamping memiliki pengetahuan serta keterampilan kewirausahaan (entrepreneurship), seorang wirausahawan harus pula memiliki kualitas kepemimpinan (leadership) yang tinggi. Perpaduan ini lah yang boleh kita sebut Leadpreneurship .

Peran Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

Orang-orang yang memiliki kualitas Leaderpreneurship yang tinggi adalah mereka yang mampu untuk mengubah sumber daya yang tadinya bernilai rendah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi melalui pengambilan resiko-resiko yang terukur serta kemimpinan yang efektif.

Dalam leadpreneurship, mengejar serta memanfaatkan peluang lebih diutamakan dari pada pertimbangan sumber daya yang dimiliki.

Bagi seorang leadpreneur ,apa yang dilihat sebagai masalah bagi orang lain justru dianggapnya sebagai peluang. Bagi mereka masalah yang muncul itu merupakan peluang sekaligus juga tantangan,tetapi juga memilih peluang-peluang yang memang layak untuk di manfaatkan. Dan ia pun bekerja secara sistematis dan terarah dalam mengatasi tantangan yang ada,dengan demikian peluang nya lebih besar.

Kepribadian Seorang Leadpreneur

Kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang leadpreneur dapat di kelompokkan ke dalam akronim SUCCEED , yaitu :

Self-Confident
Utilize
Cashflow Spirit
Personality
Charismatic
Energetic
Empathic
Drive

Berikut Penjelasan nya .

Self -Confindent

Seorang leadpreneur harus memiliki kepercayaan diri  yang sangat tinggi (self-confident). Ia harus mengenali diri nya sendiri serta yakin akan pengetahuan,keterampilan, serta visi dan misi yang dimilikinya dalam rangka membantu mewujudkan cita-cita diri nya dan juga organisasi.

Utilize 

Seorang leadpreneur harus pula membekali diri nya dengan kemapuan memanfaatkan (utilize) secara optimal segala potensi serta sumber daya yang dimilikinya, seperti kekuatan pribadi , sumber daya manusia,finansial,infrastruktur, dan sebagainya demi tercapai nya visi,misi ,tujuan , serta sasaran perusahaan.

Cashflow Spirit

Seorang leadpreneur harus mengoptimalkan usaha nya guna menghasilkan arus kas yang maksimal, bukan hanya mengejar laba semata. Arus kas dalam jumlah yang memadai sangat penting guna membiayai kelancaran aktivitas operasional dan investasi perusahaan.

Charismatic

Biasa nya, seorang leadpreneur adalah seorang yang karismatik yang dapat "mempesona" orang lain. Hal ini bukan berarti seorang leadpreneur identik dengan kemampuan nya untuk berbicara dengan berapi-api.

Yang lebih penting adalah kepemimpinan melalui kesederhanaan dan kerendahan hati serta pola pikir yang dianut nya,bukan dari segala atribut lain yang disandang nya.

Energetic

Disamping karisma,leadpreneur adalah seorang yang antusias, selalu penuh dengan semangat setiap kali melakukan sebuah pekerjaan serta memiliki stamina (energetic). Ia harus menjadi sumber energi bagi karyawan yang dipimpin nya.

Empathic

Empathic berarti kemampuan mengindentifikasi serta memahami situasi , perasaan, serta motif yang dimiliki oleh orang lain.Untuk itu lah seorang leadpreneur harus menjadi pendengar yang baik bagi para pengikut nya . Para pengikut ini harus dibesarkan hati nya . Kepala mereka yang tertunduk harus di tegakkan guna menumbuhkan perasaan optimis ,dan semangat yang positif harus di pompakan sehingga para pengikut nya tidak larut dalam kesedihan akibat kesulitan dan kegagalan yang menimpa.

Drive

Drive adalah kemampuan menggerakkan orang lain untuk secara bersama-sama berjuang mewujudkan mimpi serta mencapai tujuan organisasi. Seorang leadpreneur harus mampu menggerakkan orang lain agar mereka melakukan hal-hal yang tidak diwajibkan sekalipun dengan penuh semangat .Dan tidak dengan cara memaksa atau mengancam sesuatu hal menakutkan,itu bukan ciri seorang pemimpin yang baik .


Demikian lah Kepribadian seorang wirausaha yang mesti dan harus dimiliki agar tercapai nya misi dan visi guna mengembangkan dan membangkitkan semangat leaderentrepreneurship.









8 Karakter Umum ini harus di miliki Jiwa Wirausaha

8 Karakter Umum ini harus di miliki Jiwa Wirausaha , Apa aja sih ?

8 karakter umum harus dimiliki jiwa wirausaha
ilustrasi 
Sebelum Penulis menjelaskan pengembangan pribadi kewirausahaan, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu karakteristik umum seorang wirausaha agar lebih jelas bagaimana membentuk seorang wirausaha sebenernya.

Ada beberapa karakteristik umum ada pada seorang wirausaha baik menurut pengalaman penulis maupun berbagai buku kewirausahaan yang pernah penulis baca dan pelajari. Karakteristik atau sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut :

1.Mampu Melihat Peluang

Seorang wirausaha adalah seorang yang mampu melihat peluang ketika orang lain tidak dapat melihat nya. Memang tidak banyak orang yang melihat sesuatu yang kelihatan nya biasa tetapi sebenernya mengandung suatu peluang bisnis yang dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

2.Berani Menanggung Resiko

Setiap usaha pasti ada resiko nya, sebagaimana seorang karyawan juga pasti  memiliki resiko. Hanya saja resiko sebagai seorang wirausaha tentunya jauh lebih besar ketimbang hanya jadi seorang karyawan.
Seorang wirausaha adalah seorang yang berani menanggung resiko dari apa yang di usahakan nya. Jika usaha nya berhasil ia akan memperoleh pendapatan yang relatif lebih tinggi dari pada seorang karyawan biasa.

3.Memiliki Visi dan Misi yang Jelas

Seorang wirausaha juga harus memiliki visi dan misi yang jelas jauh kedepan. Visi berarti  langkah-langkah ke depan, sementara Misi berarti  apa yang ingin dia capai. Seorang wirausaha harus tau apa yang akan dilakukan nya  pada beberapa tahun kedepan. Dia juga tau apa misi dari usaha yang dilakukan nya. Seorang wirausaha / pengusaha punya rencana kerja yang jelas dan terarah dalam menggapai visi dan misi nya.

4.Kreatif dan Inovatif

Seorang wirausaha dituntut untuk menjadi seorang yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif. Sifat kreatif dan inovatif ini diperlukan untuk mempertahankan usaha, karena dalam mengawali usaha dan menjalankan serta mengembangkan nya perlu daya kreatifitas dan inovasi yang baik.

5.Berjiwa Mandiri

Seorang yang berjiwa mandiri adalah orang yang tidak ingin selalu bergantung pada orang lain. Menentukan pilihan untuk berwirausaha berarti menentukan suatu pilihan hidup untuk berusaha secara mandiri. Berjiwa mandiri ini tentu nya bukan lah suatu yang ringan karena berbagai ujian dan kendala yang dihadapi sebagai seorang wirausaha pasti akan datang silih berganti. Namun hanya  mereka yang memiliki jiwa mandiri lah yang tidak menyerah dalam menghadapi itu semua.

6.Percaya Diri

Karakteristik lain dari seorang wirausaha adalah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Karena Sifat percaya diri ini lah yang mampu mengarahkan / meyakinkan seseorang pada hasil produk yang di tawarkan nya sehingga orang pun tidak ragu .

7.Berpikir Positif

Seorang wirausaha adalah mereka yang selalu berpikir positif,Sebagai contoh ,didalam berusaha ia memiliki keyakinan bahwa apa yang ia lakukan nya pasti akan membuahkan keberhasilan .Didalam pikiran seorang wirausaha ,pesaing dapat memacu kita untuk tetap meningkatkan kualitas usaha kita.

8.Sabar 

Karakter lain nya dari seorang wirausaha yang mungkin tidak banyak disinggung orang adalah sifat sabar . Sifat sabar ini kelihatan nya begitu mudah di ucap namun tidak semudah memperaktekkan nya ,karna sabar itu perlu waktu,tenaga dan biaya ,baru akan mencicipi hasil nya. Ada pepatah mengatakan "berakit-rakit dahulu ,bersenang -senang kemudian", mungkin kata pepatah itu pantas menggambarkan seorang wirausaha dalam menggapai hasil itu butuh proses dan perjuangan.

So positif thinking  about " keep spirit and kontinue".



Sifat dan Karakteristik Wirausaha

Sifat dan Karakteristik Wirausaha


sifat dan karakter wirausaha
sifat dan karakter wirausaha
Shane ( 2003 ) dalam Helmi dan Megasari (2009) mengelompokkan karakteristik psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam memanfaatkan peluang dibandingkan yang lain kedalam 4 aspek , 
yaitu :
  1. Kepribadian
  2. Motivasi
  3. Evaluasi diri
  4. Sifat-sifat kognitif

Kepribadian

Kepribadian dan motivasi seseorang akan berpengaruh dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan  tindakan memanfaakan peluang. Mengapa demikian ? Karena tidak semua orang akan mampu bertindak tepat ketika melihat suatu peluang yang ada dihadapan nya. Hanya orang-orang dengan kepribadian tertentulah yang akan mengambil dan memanfaatkan peluang tersebut.

Motivasi

Faktor yang juga sangat berperan dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah motivasi. Wirausaha di motivasi oleh keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri. Ada 2 faktor yang melandasi motivasi seorang wirausaha, yaitu :

  • Kebutuhan Berprestasi 

Yaitu motivasi yang luas biasa pada seseorang untuk mendapatkan prestasi pada suatu bidang yang ia cita-citakan sehingga apa yang ia inginkan benar-benar tercapai/berhasil.

  • Keinginan untuk Independen
Yaitu motivasi yang kuat untuk dapat tidak tergantung pada orang lain. Faktor ini akan mendorong seseorang khususnya seorang wirausaha untuk berani dalam mengambil keputusan sendiri dalam memanfaatkan peluang dalam berwirausaha.

  • Evaluasi Diri

Faktor psikologis ketiga ini disebutkan oleh Shane adalah kemampuan evaluasi diri yang cukup tinggi. Sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Ada beberapa elemen yang mempengaruhi kemampuan evaluasi diri sari seseorang , yaitu :
  • Locus of control : kepercayaan seseorang bahwa ia mampu mengendalikan lingkungan sekitar nya.
  • Self efficacy : kepercayaan seseorang pada kekuatan diri nya dalam menjalankan tugas tertentu.

Karakteristik Kognitif

Karakteristik kognitif merupakan faktor yang mempengaruhi bagaimana seseorang berfikir dan membuat peluang di dalam mengembangkan peluang kewirausahaan. Seorang wirausaha harus membuat keputusan positif mengenai sesuatu yang belum dipahami banyak orang, dalam ketidakpastian, dan dalam informasi yang terbatas.

Berikut beberapa karakteristik kognitif yang dimaksud adalah :
  • Over confidence , yaitu kepercayaan pada peryataan diri yang melebihi keakuratan dari data yang diberikan.
  • Refresentatif , yaitu ke inginan untuk menggeneralisasi sebuah contoh kecil yang tidak mewakili sebuah populasi.
  • Intuisi , yaitu penggunaan perasaan dalam mengambil keputusan.






Pengembangan Pribadi Kewirausahaan

Pengembangan Pribadi Kewirausahaan



pengembangan pribadi kewirausahaan
Ada orang yang menyatakan bahwa menjadi seorang wirausaha adalah suatu jiwa yang memang dibawa sejak lahir. Penulis sepakat wirausaha yang dilahirkan maupun wirausaha yang lahir lantaran pendidikan dan pengalaman penulis menjalankan dan membesarkan bisnis untuk menjadi seorang wirausaha yang berhasil memerlukan pengembangan pribadi kewirausahaan yang itensif, sehingga di dalam mengarungi usaha yang begitu banyak ujian dan kendala yang dihadapi dapat mengatasi nya dengan baik. Ada pendapat yang menyatakan bahwa pengembangan pribadi wirausaha dimulai sejak dini.

Bagi seorang yang berpendidikan , pengembangan pribadi wirausaha dapat dimulai ketika dia masih dibangku sekolah dan terus menerus dikembangkan . Sebelum penulis menjelaskan pengembangan pribadi kewirausahaan, penulis akan menjelaskan terlebih dahulu karekteristik umum seorang wirausaha sehingga menjadi lebih jelas bagaimana membentuk wirausaha sebenernya.

Peranan Sifat Wirausaha

Seorang wirausaha memang berbeda dengan seorang karyawan biasa. Ia memikul beberapa peran yang berbeda dibandingkan dengan seorang karyawan. Seorang pakar dari Barat, David Mc Clleland, menyebutkan ada beberapa ciri dasar peranan kewirausahaan yaitu :

Memikul resiko-resiko

Seorang wirausaha memang akan dihadapkan pada resiko yang lebih besar ketimbang seorang karyawan. Tetapi didalam konsep bisnis suatu pernyataan yang dapat diterima kebenarannya,yaitu  semakin tinggi resiko semakin tinggi pula hasil yang akan diterima melalui usaha tersebut. Oleh karena itu , bagi seorang pengusaha/wirausaha resiko adalah suatu hal yang biasa.

Kegiatan yang penuh Semangat dan Berdaya Cipta ( Inovasi )

Seorang wirausaha memang dituntut untuk selalu menghasilkan suatu inovasi yang kreatif sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan lingkungan pada umumnya. Hasil karya terus menerus dibuat sebaik mungkin bahkan kalau bisa memiliki perbedaan ( diferensiasi ) dengan hasil karya yang dihasilkan oleh orang lain. Di samping itu , karya tadi senantiasa diperbaiki kualitasnya dan dijaga keunikan nya sehingga dapat terus diterima oleh  pemakai nya.

Tanggung Jawab Pribadi

Menjadi seorang wirausaha jelas memiliki tanggung jawab yang lebih besar ketimbang seorang karyawan biasa. Kenapa demikian ? Jawaban nya adalah karena seorang wirausaha bukan hanya bertanggung jawab terhadap karyawan yang dimiliki nya, yang senantiasa membantu nya didalam menghasilkan karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Pengetahuan tentang Hasil Keputusan

Sebagaimana seorang dokter ketika mengambil keputusan terhadap pasien nya ,seorang wirausaha harus memahami yang akan dihasilkan terhadap keputusan yang diambil. Seorang wirausaha juga dituntut untuk dapat mengetahui dan memahami hasil-hasil keputusan yang diambil oleh usaha nya. Seorang wirausaha harus mengetahui dampak berbagai keputusan yang diambil bagi kelangsungan bisnisnya. Seorang pengusaha juga harus mengetahui apakah ia telah bekerja dengan baik dan apakah karyawan nya sudah bekerja dengan baik sehingga dapat menghasilkan kinerja yang di inginkan ,yaitu laba yang di inginkan.



Wirausaha di Lahirkan atau diCiptakan ?

Wirausaha di Lahirkan atau di Ciptakan

wirausaha dilahirkan atau diciptakan
Orang sering berkata , wirausaha itu diciptakan, jadi pengusaha itu harus melalui pendidikan secara khusus sehingga didalam menjalankan bisnis nya nanti dapat dengan mudah dicapai. Contohnya adalah  Ciputra , pengusaha  besar sekaligus bos Ciputra Group yang memiliki latar belakang pendidikan Insinyur Institut Tehnologi Bandung, atau juga Chairul Tanjung , Bos para Group yang menguasai bisnis Televisi seperti Trans TV dan Trans7 serta bank Mega. Dahulu latar belakang pendidikan Chairul Tanjung adalah Dokter Gigi dari Universitas Indonesia.

Orang lain ada juga yang menyatakan bahwa seorang wirausaha itu dilahirkan, artinya jadi pengusaha itu adalah dengan sendirinya. Bukan hasil suatu sekolah atau dengan  lembaga pendidikan tertentu. Sifat wirausaha nya dibawanya semenjak lahir,bukan lantaran suatu pendidikan tertentu sehingga ia tampil menjadi wirausaha. Contoh orang yang seperti ini di Indonesia adalah Liem Swie Lionng atau dikenal dengan nama Sudono Salim, pemilik Salim Group.

Namun baik dalam maupun diluar negeri sampai kini belum ada yang dapat memastikan seseorang yang berpendidikan wirausaha itu pasti menjadi wirausahawan atau pun seseorang yang membawa sifat wirausaha dari lahir pasti menjadi wirausahawan. Kedua nya bisa jadi sama benarnya tetapi keduanya pula pada kondisi tertentu juga belum tentu tepat. Kenapa demikian ? karena ada faktor lain yang dapat mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk menjadi wirausahawan, yaitu faktor kondisi atau keadaan seseorang. Dengan  kata lain yang mendorong seseorang menjadi wirausahawan antara lain sebagai berikut :

·         Sifat bawaan
·         Kondisi lingkungan
·         Dukungan pendidikan

Namun dengan demikian,untuk kasus-kasus di Indonesia banyak pula orang yang memulai menjadi wirausaha lantaran desakan linngkungan yang di alami nya, seperti desakan atas kondisi ekonomi yang sulit sehingga mendorong ia  untuk menentukan sikap untuk menjadi pengusaha/wirausahawan.


Oleh karna itu seseorang tidak bisa di tebak ia akan menjadi seorang pengusaha atau hanya menjadi seorang pekerja dari perusahaan lain ,terus berdoa ,usaha dan ikhtiar lah untuk menentukan hasil dari apa yang diupayakan .



Pengertian Etika Bisnis

Pengertian Etika Bisnis

pengertian etika bisnis
pengertian etika bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang di khususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standart moral sebagaimana telah diterapkan dalam kebijakan , institusi ,dan perilaku bisnis.

Didalam menciptakan etiket dalam bisnis, ada beberapa hal perlu diperhatikan ,antara lain :
  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tanggung jawab sosial (sosial responsibility
  • Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
  • Menciptakan persaingan yang sehat
  • Menerapkan konsep "pembagunan berkelanjutan "
  • Menghindari sifat 5K ( Katabelece,Kongkalikong,Koneksi,Kolusi,dan Komisi)
  • Mampu menyatakan yang benar itu benar
  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha
  • Konsekuen dan Konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  • Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa telah disepakati
  • Menaati peraturan hukum undang-undang yang berlaku

Masalah Dalam Etika

Ada tiga jenis masalah yang dihadapi dalam etika yaitu masalah sistematik, korporasi, dan individu . Memahami ke tiga hal ini membantu kita dalam memperbaiki bisnis kita, berikut penjabaran nya .

  • Masalah Sistematik
Sejumlah pertanyaan etis yang muncul  mengenai sistem ekonomi , politik, hukum, dan sistem sosial lain nya dimana bisnis itu beroperasi.

  • Masalah Korporasi
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam konteks penyelenggaraan perusahaan-perusahaan tertentu, antara lain mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan,  praktik, dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

  • Masalah Individual
Pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Msasalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan, dan karakter individual.

Etika bisnis ini sangat diperlukan oleh pelaku bisnis yang dituntut secara profesional demi menjaga kredibiltas perusahaan dalam jangka panjang maka dari itu sangat penting di perhatikan hal-hal tersebut .

Etika Dalam Berbisnis

pengertian etika
pengertian etika
Bisnis merupakan aktivitas yang dilakukan manusia dengan jelas memiliki kesepakatan-kesepakatan manusiawi yang diterima secara universal. Hal universal itu berupa kepatutan-kepatutan dalam berbisnis mengembangkan apa yang kemudian disebut "etika bisnis". 


Memahami etika bisnis pada masa kini semakin terkait dengan pencapaian sebuah usaha. Makin modern, ternyata manusia tidak cukup sekedar mengejar materi melainkan trend. Bisnis yang beretika semakin menjadi tuntutan,hal ini yang mengakibatkan prilaku bisnis pun mengalami perubahan secara berkala seiring perkembangan zaman.

Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu "etbokos" yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standart penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti : benar, salah,baik, buruk dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu ; meta-etika (Studi konsep etika) , etika normatif ( studi penentuan nilai etika), dan etika terapan ( studi penggunaan nilai-nilai etika ). (wikipedia.org).

Etika bisnis memiliki padanan kata yang bervariasi, yaitu : Bahasa Belanda , bedrijfsethiek (etika perusahaan ) ,Unternehmensethik ( etika usaha ), Bahasa Inggris , corporate ethics ( etika korporasi ).

Analisis Arti Etika

Untuk menganalisis arti-arti etika, Bertens membedakan nya menjadi 2 jenis etika , yaitu : pertama , etika sebagai praktek nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak walaupun seharusnya dipraktekkan. Apa yang dilakukan sejauh ini sesuai atau tidak dengan nilai dan norma moral.

Kedua, etika sebagai refleksi pemikiran moral, adalah berpikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Berbicara tentang etika sebagai praksis atau mengambil praksis etis sebagai objeknya. Menyoroti dan menilai baik buruknya prilaku orang dapat dijalankan pada taraf dan populer maupun ilmiah.

Perkembangan Etika Bisnis

Masih menurut pandangan Bertens,etika bisnis terus berkembang dari masa ke masa . Berikut ini pembabakan perkembangan etika.

Situasi Dahulu

Pada awal sejarah filsafat , Plato , Aristoteles dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelediki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Masa Peralihan Tahun 1960-an.

Etika Bisnis Lahir di AS

Pada tahun 1970-an sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etiket bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS (Amerika Serikat).

Etika bisnis Meluas ke Eropa 

Pada tahun 1980-an di Eropa Barat , etika bisnis sebagai ilmu baru yang mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari Universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).

Etika Bisnis Menjadi Fenomena Global

Pada tahun 1990-an tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia dan telah didirikan International Society for Business,Economics and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.